Jakarta | badilag.mahkamahagung.go.id

Setelah sebelumya melaksanakan penyusunan substansi muatan media informasi selama 3 hari bertempat di Hotel Horison Ultima Bekasi, tak mau berlama-lama Dr. Dra. Nur Djannah Syaf, S.H., M.H. lanjutkan kegiatan pembuatan media informasi tersebut. Bertempat di Hotel Santika Serpong dan direncanakan berlangsung selama 3 hari kegiatan pembuatan media informasi ini mengundang pihak yang telah memiliki pengalaman, kompetensi, dan kapabilitas dalam membuat media informasi yakni Dra. Cucu Nuraeni yang merupakan Wakil Kepala SLB A Pembina Tingkat Nasional. Ibu Direktur Pembinaan Adminitrasi Peradilan Agama sengaja menggandeng SLB A Pembina Tingkat Nasional karena penyusunan media informasi ini harus optimal, bermutu tinggi, dan harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi teman-teman kalangan disabilitas. “Pembuatan media informasi ini harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh penuh keseriusan, ditangani oleh pihak yang ahli dan memiliki kompetensi, dan nanti outputnya harus telah dilakukan uji terlebih dahulu apakah benar-benar efektif, tidak rumit, dan memberikan dampak yang besar dalam membantu mewujudkan aksesibilitas ke pengadilan oleh teman-teman disabel. Jangan sampai kita hanya sekedar menyusun dan ternyata outputnya tidak dapat digunakan atau dapat digunakan namun tidak optimal. Untuk itulah sengaja saya undang Ibu Cucu ini untuk membantu menguji kepantasan dan kelayakan media informasi yang kita susun ini.” Demikian kata Bu Direktur dalam sambutannya.

Kegiatan ini akan memfokuskan pada pembuatan media informasi yang berupa Media Informasi dengan Huruf Braile dan Media Informasi Audio Visual. Untuk media Informasi Huruf Braile telah tersedia bahannya yang akan dialihaksarakan yakni berupa Proses Berperkara Di Pengadilan Agama/ Mahkamah Syar’iyah Secara Manual dan Elektronik serta Tahapan 3 Perkara Cerai Talak, Cerai Gugat, Gugatan Lainnya, Upaya Hukum Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali. Sementara untuk media informasi audio visual bentuknya adalah Animasi Video yang dilengkapi Penerjemah Bisindo, dimana materi yang termuat didalamnya meliputi: Akses Layanan, Jenis-Jenis Layanan Pengadilan, dan Prosedur untuk penyandang disabilitas di Pengadilan.

Dalam pembahasan yang dilakukan senin malam (19/10) Dra. Cucu Nuraeni sempat memberika masukan terhadap bahan-bahan yang telah dibuat diantaranya perlunya dibuat Glosarium terhadap kata-kata yang rumit atau jarang didengar, misalnya Cerai Talak, Cerai Gugat, Upaya Hukum Luar Biasa, Domisili. “ Penyandang disabilitas itu lugu, kadang mereka menafsirkan Jatuh cinta itu sakit, karena menganggap jatuh itu sakit” Selorohnya dalam menerangkan sambil mencairkan suasana. Ia juga memberikan perhatian pada Volume media informasi sebaiknya juga memikirkan panjangnya konten dimana misalnya dalam Proses Berperkara secara manual terdapat 4 lembar apabila dialihaksarakan menjadi Huruf braile akan melonjak menjadi 12 halaman.

Diskusi dilanjutkan dengan menelusuri satu persatu materi bahan media informasi untuk menyederhanakan, mencari istilah lainnya yang lebih familiar, serta menggunakan persepektif penyandang disabilitas dalam menelaah agar nantinya media informasi ini akan benar-benar dirasakan manfaatnya bagi penyandang disabilitas di pengadilan.

(Agus Digdo/Foto: AR)

Jakarta | badilag.mahkamahagung.go.id

Selama 3 hari dari tanggal 14 s/d 16 Oktober, Direktorat Pembinaan Adminitrasi mengadakan pembahasan secara intensif materi Media Informasi bagi penyandang disabilitas. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Dirjen Badilag Dr. Drs. Aco Nur, S.H.,M.H pada rabu malam pukul 19.00 WIB bertempat di Hotel Horison Ultima Bekasi. Kegiatan yang dihadiri oleh peneliti-peneliti senior dari Badan Litbang Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung yang selama 3 bulan terakhir telah melakukan penelitian terhadap Layanan Disabilitas di Lingkungan Pengadilan secara intensif dan sistematis pada beberapa wilayah seperti Palembang, Yogyakarta, dan Bandung. Selain peneliti tersebut, kegiatan juga dihadiri oleh Hakim-Hakim Yustisial di Lingkungan Kamar Agama Mahkamah Agung RI serta beberapa Panitera di Wilayah PTA Jakarta.

Jakarta | badilag.mahkamahagung.go.id

Pemerintah melalui Kementrian Agama menetapkan 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Ahad tanggal 24 Mei 2020. Penetapan tersebut disampaikan setelah Kementrian Agama melakukan sidang isbat dengan Wamenag, Ketua Komisi VIII DRP, Ketua MUI, pimpinan ormas, pakar astronomi, Ditjen Badilag, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama. Berbeda pada sidang isbat tahun lalu, pada sidang sidang isbat tahun ini dilakukan melalui teleconference karena masih dalam pandemi Covid-19.

Jakarta | badilag.mahkamahagung.go.id

Dalam rangka menyukseskan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM pada Pengadilan di Lingkungan Peradilan Agama, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) mengelar bimbingan teknis secara virtual dengan menghadirkan narasumber Asisten Deputi Pengelolaan Pengaduan Aparatur dan Masyarakat pada Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur Dan Pengawasan (RB Kunwas) Drs. Agus Uji Hantara, M.E, di command center Ditjen Badilag.

Artikel Selanjutnya...