PA-MUARAENIM.GO.ID - Ketua Pengadilan Agama Muara Enim, Drs. H. Habib Rasyidi Daulay, M.H., mengapresiasi penuh kinerja assessor internal Tim Penjaminan Mutu Pengadilan Agama Muara Enim. Hal ini diungkapkannya pada seremonial closing meeting assessment internal, di ruang sidang utama, Kamis (18/4/2019). Menurutnya assessor internal sudah bekerja dengan maksimal dan penuh tanggung jawab, bahkan menurut hematnya, apa yang dilakukan assessor internal ternyata sudah melebihi ekspektasi yang sebelumnya ia sampaikan saat menggelar opening meeting dua hari sebelumnya.

Hal ini dikatakannya bukan tanpa alasan yang jelas. Diakuinya selama tiga hari tersebut, Senin (15/4/2019) sampai dengan Kamis (18/4/2019), assessor internal bekerja tanpa kenal lelah, dimana pada hari pertama pelaksanaan assessment, assessor harus bekerja hingga malam sekira pukul 21.00 WIB untuk memenuhi target penilaian yang harus dipenuhi, sehingga peristiwa ini menyebabkan waktu penyelesaian assessment internal harus molor dari jadwal yang semestinya sudah ditetapkan sebelumnya.

Melihat kondisi ini, Ketua Pengadilan Agama Muara Enim lantas menyampaikan penghargaannya terhadap tim penjaminan mutu yang sudah bekorban waktu, fikiran dan tenaga, hanya semata demi untuk tetap mempertahankan predikat “A” (Excelent), yang diraih dalam penilaian Akreditasi Penjaminan Mutu Badan peradilan Agama oleh Ditjen Badilag, 22 Juni 2019 yang lalu. Melihat semangat yang begitu besar, ia pun mengungkapkan keyakinan akan berhasilnya Pengadilan Agama Muara Enim mempertahankan akreditasi “A” (Excelent) ini, kendatipun hasil assessment internal pada hari ini, dapat pula dijadikan sebagai tolak ukur berhasil atau tidaknya Pengadilan Agama Muara Enim mempertahankannya, namun semangat adalah tetap yang utama baginya.

Ia menambahkan, bahwa program Akreditasi Penjaminan Mutu adalah modal yang sangat besar bagi Pengadilan Agama Muara Enim dalam menjawab segala bentuk perubahan akan kebutuhan, tuntutan dan harapan masyarakat terhadap dunia peradilan di Indonesia. Bagi Pengadilan Agama Muara Enim, program ini sekaligus juga merupakan bentuk pembinaan yang inovatif, terstruktur, sistemik dan berkelanjutan.

Ketua pengadilan Agama Muara Enim pun kemudian menjabarkan 4 (empat) bentuk pembinaan yang seyogyanya diharapkan dapat mendorong tertibnya administrasi di peradilan tersebut. Inovatif dalam arti Ditjen Badilag terus memperbarui program pemerintah yang tengah booming di Indonesia ini, untuk diadopsi ke seluruh pengadilan tingkat pertama dilingkungan peradilan agama. Terstruktur, dalam arti bahwa organisasi penjaminan mutu telah dibentuk di Ditjen Badilag, di Pengadilan Tinggi Agama dan di Pengadilan Agama se Indonesia. Sistemik, dalam arti seluruh komponen organisasi penjaminan mutu dituntut untuk melakukan kolaborasi dan sinergi dalam mewujudkan “Indonesian Court Performance-Excellent/ ICP-E”. Berkelanjutan, dalam arti bahwa seluruh capaian yang telah diraih oleh Pengadilan Agama akan dievaluasi secara berkala, sehingga senantiasa harus tetap dipelihara dan dipertahankan (surveillance).

Dipenghujung closing meeting assessment internal tersebut, dilakukan serah terima hasil penilaian mandiri assessor internal untuk dilakukan tindakan perbaikan, yang diserahkan langsung oleh Lead Asessor Internal, H. Tamim, S.H., kepada Ketua Tim Penjaminan Mutu, Erni Melita Kurnia Lestari, S.H.I., M.H. Serah terima tersebut selain disaksikan disaksikan Ketua Pengadilan Agama Muara Enim selaku Top Management, juga disaksikan seluruh anggota Tim Penjaminan Mutu Pengadilan Agama muara Enim, yang hadir saat itu.

| Humas Pengadilan Agama Muara Enim

 

 

 

Tinggalkan Komentar

 

 

 

Statistik Pengunjung

6 2 2 5 1
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Kemarin
Bulan Ini
Bulan Kemarin
Total
80
130
62251
0
6935
7992
62251
IP Anda : 34.204.0.181
2019-05-22 12:35