Lembak, pa-muaraenim.go.id. | Hujan baru saja reda ketika rombongan dari Pengadilan Agama Muara Enim yang terdiri dari Majelis Hakim dan Panitera tiba di Kantor Urusan Agama Kecamatan Lembak (KUA Lembak), Jalan Jenderal Sudirman nomor 63, Lembak, Kabupaten Muara Enim yang menjadi lokasi pelaksanaan sidang keliling insidentil, Jumat pagi (17/4). Kedatangan rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua PA Muara Enim, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H. disambut hangat oleh Kepala KUA Lembak, Mukhtar Kasim, S.Pd.I. dan para Pegawai KUA serta para pemohon itsbat nikah yang hadir.

  

Kegiatan ini dikatakan insidentil karena pelaksanaannya sama sekali tidak menggunakan APBN yang ada di DIPA Pengadilan Agama Muara Enim. Pelaksanaan sidang keliling insidentil kali ini bermula dari adanya permohonan dari Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Lembak kepada Ketua Pengadilan Agama Muara Enim untuk menindaklajuti permintaan masyarakat di 2 (dua) Kecamatan, yaitu Kecamatan Lembak dan Kecamatan Belida Darat yang ingin melakukan itsbat nikah.

  

Kepala KUA Lembak mengatakan bahwa beliau kali ini berhasil mengakomodasi 14 (empat belas) pasangan yang menikah siri (bawah tangan) tanpa surat nikah resmi dari KUA, terdiri dari 9 (sembilan) pasangan dari Kecamatan Lembak dan  5 (lima) pasangan dari Kecamatan Belida Darat. Adapun para pasangan tersebut ada yang telah menikah sejak tahun 1985 dan telah memiliki cucu. Namun, ada pula pasangan muda yang menikah tahun 2007 tetapi terkendala dalam memiliki surat nikah.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sebagian besar pemohon itsbat nikah tersebut baru tergerak untuk meresmikan pernikahannya karena kebutuhan untuk mengurus persyaratan sebagai peserta BPJS Kesehatan, mendaftar Haji, dan kebutuhan lain yang membutuhkan surat nikah yang menunjukkan bahwa mereka benar-benar resmi dan tidak hanya sah secara agama Islam namun juga sah di mata hukum yang berlaku di Indonesia.

Sidang yang sempat diskors karena akan menjalankan ibadah shalat Jumat itu dapat dilaksanakan dengan lancar dan telah menetapkan ke 14 (empat belas) pasangan tersebut resmi menikah dan dapat memiliki surat nikah dengan mengikuti prosedur yang ada di KUA. Dapat terlihat kebahagiaan yang terpancar dari seluruh pasangan yang diitsbat tersebut. Mereka sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dapat diadakan kembali kegiatan seperti ini bagi sanak keluarga mereka yang mengalami nasib seperti mereka agar dapat memiliki surat nikah. [aboe]

 

 

 

Tinggalkan Komentar

 

 

 

Statistik Pengunjung

6 6 5 3 2
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Kemarin
Bulan Ini
Bulan Kemarin
Total
100
134
66532
0
5146
8857
66532
IP Anda : 54.91.71.108
2019-06-18 12:42